Sabtu, 29 Desember 2012

makalah bangunan batu bata

MAKALAH BANGUNAN BATU BATA Di susun oleh: Kelompok 3 Ferdi Novi Setiawan ABD. Rahman Amin Arif Santoso Nurul Qodharia. Z Saiful Waris Ahmat Fadlillah UNIVERSITAS WIRARAJA SUMENEP FAKULTAS TEKNIK 2011-2012 KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. Wb. Segala puji kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang bejudul “BATU BATA” secara baik sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan dengan adanya penyusunan makalah seperti ini, tugas yang di kerjakan dapat tercatat dengan rapi dan dapat kita pelajari kembali pada kesempatan yang lain untuk kepentingan proses belajar kita terutama dalam job shet batu(BATU BATA). Bersama ini saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu hingga terselesaikannya tugas ini, terutama kepada Bapak FADIL sebagai dosen pendukung pembuat makalah ini tentang BATU BATA yang telah memberikan banyak saran, petunjuk dorongan serta bimbingan dalam melaksanakan tugas ini, juga teman – teman lainnya. Semoga segala yang telah kita kerjakan merupakan bimbingan yang lurus dari Yang Maha Kuasa. Dalam penyusunan tugas makalah ini tentu jauh dari sempurna, oleh karena itu segala kritik dan saran sangat saya harapkan demi perbaikan dan penyempurnaan tugas ini dan untuk pelajaran bagi kita semua dalam pembuatan tugas-tugas yang lain di masa mendatang. Semoga dengan adanya tugas ini kita dapat belajar bersama demi kemajuan kita dan kemajuan ilmu pengetahuan. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL......................................................................................... KATA PENGANTAR....................................................................................... DAFTAR ISI...................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN.................................................................................. 1.1 Pengertian batu bata.............................................................................. 1.2 Rumusan masalah................................................................................ 1.3Tujuan.................................................................................................... BAB II PEMBAHASAN................................................................................... 2.1 Pengertian batu bata.............................................................................. 2.2 Patu bata konvesional........................................................................... 2.3 Manfaat batu bata................................................................................. 2.4 Macam-macam batu bata...................................................................... BAB III PENUTUP........................................................................................... 3.1 Kesimpulan........................................................................................... 3.2 saran...................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA i 1 2 3 3 4 4 5 5 5 5 6 8 8 9 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan yang berfungsi untuk bahan bangunan konstruksi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. Batu bata umumnya dalam konstruksi bangunan memiliki fungsi sebagai bahan non-struktural, di samping berfungsi sebagai struktural. Sebagai fungsi struktural, batu bata dipakai sebagai penyangga atau pemikul beban yang ada diatasnya seperti pada konstruksi rumah sederhana dan pondasi. Sedangkan pada bangunan konstruksi tingkat tinggi/gedung, batu bata berfungsi sebagai non-stuktural yang dimanfaatkan untuk dinding pembatas dan estetika tanpa memikul beban yang ada diatasnya. Pemanfaatan batu bata dalam konstruksi baik non-struktural ataupun struktural perlu adanya peningkatan produk yang dihasilkan, baik dengan cara meningkatkan kualitas bahan material batu bata sendiri (material dasar lempung atau tanah liat yang digunakan) maupun penambahan dengan bahan lain. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencampur material dasar batu bata menggunakan abu ampas tebu yang merupakan limbah industri dari sisa pengolahan tebu.Abu ampas tebu memiliki komposisi kimia seperti Silikat (SiO2) sebesar ±71%,Aluminat (AL2O3). Tanah liat termasuk hidrosilikat alumina dan dalam keadaan murni mempunyai rumus AL2O3, 2SiO2, 2H2O dengan perbandingan berat dari unsur-unsurnya:47%,39%dan 14%. 1.2 Masalah A. Pengertian batu bata B. Batu bata konvensional C. Apa manfaat dari batu bata D. macam-macam batu bata 1.3 Tujuan A. Memberikan pengertian dari batu bata B. Menjelaskan tentana batu bata konvensinal C. Agar Mahasiswa dapat mengerti apa manfaat batu bata D. menjelaskan macam-macam batu bata BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian batu bata Batu bata adalah bahan bangunan yang telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan yang berfungsi untuk bahan bangunan konstruksi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. 2.2 Batu bata konvesional Batu bata ini dibuat dengan cara tradisional dan menggunakan alat-alat yang sederhana. Tanah liat atau tanah lempung yang telah dibersihkan, diberi sedikit air dan selanjutnya dicetak menjadi bentuk kotak-kotak. Cetakan batu bata biasanya terbuat dari kayu yang secara sederhana dibuat menjadi kotak. Adonan yang telah dicetak, dikeluarkan dan dijemur di bawah matahari sampai kering. Batu bata yang sudah kering kemudian disusun menyerupai bangunan yang tinggi kemudian dibakar dalam jangka waktu yang cukup lama, kurang lebih selama 1 hari sampai batu terlihat hangus. 2.3 Manfaat batu bata Pemanfaatan batu bata dalam konstruksi baik non-struktural ataupun struktural perlu adanya peningkatan produk yang dihasilkan, baik dengan cara meningkatkan kualitas bahan material batu bata sendiri (material dasar lempung atau tanah liat yang digunakan) maupun penambahan dengan bahan lain. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan mencampur material dasar batu bata menggunakan abu ampas tebu yang merupakan limbah industri dari sisa pengolahan tebu.Abu ampas tebu memiliki komposisi kimia seperti Silikat (SiO2) sebesar ±71%,Aluminat (AL2O3). Tanah liat termasuk hidrosilikat alumina dan dalam keadaan murni mempunyai rumus AL2O3, 2SiO2, 2H2O dengan perbandingan berat dari unsur-unsurnya:47%,39%dan 14%. Tebu merupakan salah satu jenis tanaman yang hanya dapat ditanam di daerah yang memiliki iklim tropis. Di Indonesia, perkebunan tebu menempati luas areal + 232 ribu hektar, yang tersebar di Medan, Lampung, Semarang, Solo, dan Makassar. Dari seluruh perkebunan tebu yang ada di Indonesia, 50% di antaranya adalah perkebunan rakyat, 30% perkebunan swasta, dan hanya 20% perkebunan Negara. Pada tahun 2002 produksi tebu Indonesia mencapai +2 juta ton. 2.4 macam-macam Batu bata 1. Batu kali Batu kali adalah merupakan batu alam yang didapatkan dari dasar sungai. Biasanya batu kali dari tempat pengambilan dibawa dengan truk ke proyek yang memerlukan. Kegunaannya adalah untuk pasangan pondasi, lantai pemikul dan lain – lainnya. Batu kali yang baik dapat diperiksa dengan visual saja dilapangan yaitu yang pori – porinya tidak terlalu banyak dan kelihatan keras tidak keropos. 2. Bata merah Bata dengan atau tanpa bahan tambahan seperti serbuk gergaji, sekam padi atau pasir. Tanah liat ini dicetak berbentuk balok – balok, lalu dibakar dengan temperatur 1050° C untuk mengeraskannya, sehingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air. Ukuran standarnya untuk Indonesia adalah : a. 52 mm x 115 mm x 240 mm. b. 50 mm x 110 mm x 230 mm. Penimbunan dilapangan harus diberi lantai dengan jarak 30 cm dari permukaan tanah. Bata disusun berdiri arah lebarnya dan disusun berselang – seling empat buah – empat buah. Ketinggian penyusunan max 2 m ini untuk memudahkan dalam pengambilan. Diatasnya ditutup dengan kain terpal atau plastik agar air hujan tidak terserap oleh bata merah. 3. Super bata Super bata adalah bahan bangunan yang bentuk dan kegunaannya sama dengan bata merah. Super bata juga terbuat dari tanah liat dan dicampur dengan pasir halus. Pembuatannya melalui proses mekanis, oleh karenanya super bata mempunyai permukaan halus dengan ukuran yang sama. Biasanya bata ini dibuat tidak penuh, tapi berlobang sehingga dapat menghemat bahan baku dan menghasilkan ikatan yang kuat dengan mortar. Karena Super bata mempunyai permukaan yang halus, maka pada pemakaiannya kita tidak memerlukan plesteran lagi. Dan juga karena bentuknya yang bervariasi, maka dapat dibuat pemasangannya yang artisrik. 4. Batu cetak Batu cetak adalah suatu bahan bangunan yang diproduksi oleh masyarakat kita, terbuat dari trus dan kapur dengan perbandingan 5 : 1. Banyak keuntungan yang dapat kita ambil dari pemakaian batu cetak ini, umpamanya untuk pemasangan 1 m2 dinding lebih sedikit jumlah batu yang diperlukan, dan juga mengurangi keperluan mortar sampai 30 – 50 %.Berat pasangan jauh lebih ringan dari konstruksi bata merah bias 50 % lebih ringan, sehingga tidak diperlukan lagi pondasi yang tidak terlalu dalam. Disebabkan oleh bentuk batu cetakan yang beraneka macam, sehingga menarik, dan karena itu pula, dinding tidak usah diplester karena ini sudah cukup menarik. Komposisi mortar untuk pemasangan batu cetak iniharus sama dengan komposisi bahan batu cetak itu sendiri, sehingga dapat menghasilkan ikatan yang baik antara mortar dan batu cetak. Type dan bentu batu cetak : A=20 x 20 x 40 cm Dinding pemikul dengan tebal 20 cm. B=20 x 20 x 40 cm Sebagai penutup pada sudut –sudut dan pertemuan – pertemuan. C=10 x 20 x 40 cm Dinding pengisi atau pemisah. D=10 x 20 x 40 cm Dinding pengisi atau pemisah. E=10 x 20 x 40 cm Dinding dalam ruangan. F=8 x 20 x 40 cm Sebagai dinding pengisi. BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Dari hasil pengamatan selama menjalani tugas makalah ini dan membuat laporan kerja,kami mencoba memberikan beberapa kesimpulan sebagai berikut: A. Penggunaan batu bata sangat praktis dalam konstruksi bangunan dan juga dapat sebagai penyusun tembok. B. Karena sifatnya batu bata yang mampu menolak panas, batu bata sangat cocok untuk dijadikan tembok rumah. Batu bata mampu membuat di dalam rumah terasa dingin walau diluar rumah cuaca panas. C. Batu bata tahan terhadap cuaca panas, cuaca dingan dan udara lembab. Hal inilah yang diharapkan mampu diberikan tembok sebagai salah satu pelindung rumah. D. Batu bata Sebagai penyusun tembok, penggunaan batu bata sudah dikenal sejak lama. Walaupun, kini banyak bahan pengganti untuk membuat tembok, tetapi sebagian orang yang tetap memilih batu bata ketika membangun rumah. Batu bata memiliki beberapa kelebihan sehingga sampai kini masih tetap digunakan. Mari mengenal lebih jauh dengan batu bata yang legendaries ini serta alasan mengapa banyak orang menyukainya. E. Dalam proses pembuatan batu bata di usahakan agar dapat di capai sasaran sesuai rencana,baik mutu,teknik,maupun waktupelaksanaan F. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan perumahan, bangunan gedung, pagar, saluran dan pondasi. G. Kualitas batu bata harus yang baik dan matang pembakarannya, yang harus di perhatikan juga persediaan bata dan tatacara mamasang juga harus lebih diperhatikan. 3.2 Saran Selain kesimpulan di atas, kami juga mempunyai beberapa saran yang mudah-mudahan dapat memberikan sedikit manfaat bagi semua pihakyang memerlukannya: A. Untuk menjaga kualitas batu bata agar permukaan tetap baik maka hendaknya batu bata yang tidak layak di pakai di pindahkan agar tidak tercampur dengan batu-batu yang lain. B. Agar pelaksanaan pembuatan makalah dapat belajar secara optimum,dan sebaiknya pada saat pembuatan makalah aktif bertanya dan mencariinformasi kepada mahasiswa-mahasiswa yang ada di dalam kelas. C. Di sarankan dalam pelaksanaan pembuatan makalah tentang “batu bata”berusaha minta kesempatan untuk turut serta dalam melaksanakan berbagai pekerjaan yang ada sehingga semua pengetahuan yang dapat di bangku kuliah dapat di bandinkan dengan kenyataan yang ada. DAFTAR PUSTAKA Pengetahuan Teknik Bangunan(cetakan 3).Daryanto.Jakarta:Rineka cipta.2009 http://wikipedia.org http://google.com (Search : “masonry” ) http://google.co.id (Search : “ Praktek kerja batu” )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar